Faktor Yang menyebabkan semakin parahnya Tekanan Darah Tinggi

On Monday, August 5th, 2013 By

Faktor Yang menyebabkan semakin parahnya Tekanan Darah Tinggi – Pada kali ini saya akan memposting faktor yang dapat menyebabkan semakin parahnya tekanan darahtinggi, ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan semakin parah tekanan darah tinggi diantaranya makanan, minuman beralkohol, rokok, gen, suku bangsa dan umur

Faktor resiko tekanan darah tinggi adalah faktor-faktor yang bila samakin bayak menyertai tekanan darah tinggi yang lebih berat lagi. Ada faktor yang dapat dihindari atau dirubah. Namun ada juga tidak.

Faktor Yang menyebabkan semakin parahnya Tekanan Darah Tinggi

Faktor resiko yanf tidak dapat dihindari atau dirubah adalah faktor genetik,suku bangsa dan umur yang merupakan bawaan sejak kita dilahirka kedunia.

Berbagai macam faktor resiko penyebab semakin parahnya darah tinggii yang dapat dihindari dan dirubah antara lain: makanan yang mengandung lemak dan kolestrol tinggi, garam, makanan asin atau diasinkan, daging kambing, buah durian, minuman beralkohol, makana dan minuman yang mengandung bahan pengawet, rokok dan kopi, kegemukan (obesitas); sters, dan lain-lain.

1. Lemak dan kolestrol
Dewasa ini pola makanan penduduk yang tinggal di kota-kota besar berubah dimana fast food dan makanan yang kaya kolestrol menjadi bagian yang dikonsumsi sehari-hari. Hal ini dapat begi kesehatan, apalagi jika disertai stres. Kadar kolestrol darah dapat membumbung tinggi dan sulit untuk di kontrol. Memang lemak yang didapat dari makan tidak seluruhnya merupakan kolestrol. Namun, lemak merupakan penyubang kolestrol terbesar. Kolestrol yang berlebihan ini akan menempel pada permukaan sebelah dinding pembulauh darah yang terluka akibat dari gesekan tekanan darah tinggi. Proses penupukan kolestrol ini disebut proses aterosklerosis.

2. Garam
Garam atau dalam bahasa kimia disebut NaCl mempunyai sifat menahan air. Mengonsumsi garam berlebihan atau makanan yang diasinkan dengan sendirinya akan menaikan tekanan darah. Hindari pemakain garam yang berlebihan atau makanan yang diasinkan. Hal ini tidak berarti menghentikan pemakaian garam sama sekali dalam makanan. Sebaiknya jumlah garam yang dikonsumsi dibatasi

3. Daging kambing, buah durian, dan minuman beralkohol
Daging kambing, buah durian, dan minuman beralkohol merupakan makanan dan minuman yang harus dihindari bagi penderita tekanan darah tinggi, terutama minuman alkohol yang merupakan minuman yang dilarang agama. Ketiga macam makanan tersebut mempunyai sifat panas, sehingga tekanan darah segera neninggi seusai mengonsumsi makan ini. Bagi penderita tekanan darah tinggi, hipertensi yang mendadak meninggi tentu mempunya resiko, struke misalnya

 
4. Olah raga
penderita tekanan darah tinggi memang perlu berolah raga. Akan tetapi penderita yang sudah berumur, apalagi fungsi jantungnya sudah menurun, memerlukan pemeriksaan dokter terlebih dahulu untuk melakukannya. Jangan sampai penderita tekanan darah tinggi terkanjur pingsan atau meninggal di tempat olahraga. Olah raga aerobik yang teratur seperti lari, bersepeda, berenang, atau jalan kaki dilakukan minimal tiga kali seminggu, selama 30-40 menit. Tentunya tidak sembarang lari atau bersepeda, karena latihan yang dilakukan harus mencapai zone latihan (target latihan). Caranya dengan menghitung denyut nadi pada pergelangan tangan. Denyut nadi maksimal yang boleh dicapai sewaktu menjalani latihan aerobik adalah 220 dikurangi umur. Satuan denyut nadi tersebut ialah denyut per menit. Zone latihan atau target zone-nya adalah 70-85% dari denyut nadi maksimal.  Misalnya anda berumur 40 tahun. Denyut nadi maksimal anda adalah 220-40 = 180. Dengan demikian, zone latihan yang harus dicapai adalah 70-85% dari 180, berarti 126-153 denyut per menit. Denyut nadi antara 126-153 denyut per menit inilah yang perlu dipertahankan selama 30-40 menit aerobik. Denyut nadi yang kurang dari 126 denyut per menit kurang manfaatnya. Bahkan bisa merangsang nafsu makan. Sebaliknya denyut nadi yang jauh lebih besar dari 153 denyut per menit akan sangat berbahaya. Dalam berolah raga ini tentunya pemanasan (warming-up) sebelum latihan dan pendinginan (cooling down) selesai latihan mutlak dilakukan.

5. Rokok dan Kopi
Seseorang yang merokok didalam ruangan akan menyebabkan orang disekelilingnya ikut menghirup asap rokok. Orang yang ikut menghirup asap rokok ini dikenal perokok pasif (passive smoker). Para perokok pasif ini sama-same menanggung resiko sama seperti parokok sebenarnaya. Banyak bahan beracun termasuk zat-zat penyebab timbulnya kanker seperti karbon monoksida (CO), benzopirin, amonia, nikotin, tar yang terkandung dalam rokok ikut terhisap oleh mereka, meskipun tidak diharapkan.

   Nikotin menyebabkan ketagihan merokok akan merangsang jantung, saraf, otak dan bagian tubuh lainnyabekerja tidak normal. Nikotin juga merangsang pelepasan adrenalin sehingga meningkatkan tekanan darah, denyut nadi, dan tekanan kontraksi otot jantung. Selain itu, meningkatkan kebutuhan oksigen dan dapat menyebabkan gangguan irama jantung (aritmia) serta berbagai kerusakan lainnya.

     Merokok diketahui memberi efek perubahan metabolik berupa pelepasan hormon pertumbuhan, ACTH, dan cortisol, serta meningkatkan asam lemak bebas (free fatty acid), gliserol, dan laktat, menyebabkan penurunan HDL kolestrol, meningkatkan LDL kolestrol serta trigliserida, serta meningkatkan kadar fibrinogen plasma darah dan jumlah sel darah putih. Dalam tubuh orang yang banyak merokok akan terjadi peningkatan resistensi insulin dan hiperinsulinemia yang pada akhirnya menyebabkan kelainan jantung dan pembuluh darah (kardio vaskuler) serta meningkatkan resiko penyakit jantung koroner maupun kematian otot jantung (miokard infark). Selain rokok, kopi juga berakibat buruk bagi penderita tekanan darah tinggi. Kopi mengandung kafein yang dapat meningkatkan debar jantung dan naiknya tekanan darah.

6.   Obesitas atau kegemukan
Obesitas adalah massa tubuh (body mass) yang meningkat sisebabkan jaringan lemak yang jumlahnya berlebihan.Akhir-akhir ini, pada penderta obesitas diketahui banyak terjadi resistensi insulin. Akibat resisteansi insulin adalah diproduksinya isulin secara berlebihan oleh sel beta pankreas, sehingga insulin di dalam darah menjadi berlebihan (hiperinsulinemia). Hiperinsulinemia ini akan meningkatkan tekanan darah dengan cara menahan pengeluaran natrium oleh ginjal dan meningkatkan kadar plasma norepinephrin.

    Orang yang memiliki berat badan relatif (BBR) lebih dari 120% perlu diperiksa kadar insulin serum puasanya. Cara menghitung BBR ialah dengan memakai rumus berikut.

     Dengan menurunkan berat badan kerja jantung pun menjadi lebih ringan. Hal ini akan menurunkan tekanan darah. Di samping itu resistensi insulin perifer juga ikut menurun.

     Berat badan ideal (BBI) didapat dengan rumus dibawah ini.

     BBI = 90% (tinggi badan – 100)

      Misalkan berat badan anada 70 kg an tinnggi badan anda 172 cm. Berat badan ideal anda adalah 90% (172 – 100) = 64,8 kg. Hal ini menunjukan bahwa terdapat kelebihan berat badan yaitu 5,2 kg. Demimkinlah faktor yang dapat memnyebabkan semakin parahnya tekanan darah tinggi. Semoga setelah membaca artikel sederhana ini para penbaca yang sudah terkena maupun yang belum bisa menghindari atau mengurangi agar tidak terkena atau bertambah parah sakitnya, karena mencegah lebih baik dari pada menobati.

Tags:

Faktor Yang menyebabkan semakin parahnya Tekanan Darah Tinggi | Fa 32 | 4.5

Pictures of Faktor Yang menyebabkan semakin parahnya Tekanan Darah Tinggi